ROKAN HULU-Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bakal memiliki perpustakaan bertingkat III di Samping Bangunan Kantor DPRD Rohul Jalan Lingkar berdiri di atas lahan 4 hektar, ini diperkirakan standartnya, bakal menjadi perpustakaan terbaik di Provinsi Riau.
Informasi ini disampaikan, Kepala Kantor Perpustkaan dan Arsip (KPA) Rohul Jufri di ruang kerjanya, Senin (26/5), katanya, pemda akan membangun perpustakaan dengan dana Rp 50 Miliar, sekitar Rp 20 M untuk pembebasan lahan dan 30 miliar untuk bangunan. Nanti bangunannya di dekat Kantor DPRD Rohul yang baru di samping Astaqa Provinsi Riau.
"Kita sudah punya master plannya di Bapeda Rohul dan DPRD Rohul tahun 2012 lalu, kita berharap kedepannya bisa segera dibangun, karena perpustakaan ini kan kebutuhan dalam upaya mencerdaskan anak bangsa, karena ilmu dan buku bekal yang paling menentukan seseorang mendapat kebahagian, kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat," sebutnya
Jelasnya, program Pemkab Rohul itu skala prioritas, subtansinya dalam membangun ada tiga faktor penting yakni Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), KPA Rohul sudah mendiklatkan beberapa pegawai ke Bogor dalam bidang perpustakaan, tapi kini pegawai KPA Rohul hanya 11 orang yang PNS, selebihnya tenaga honorer dan finansial atau anggaran, kini adanya kebijakan pemerintahan pusat untuk mengurangi anggaran minimal 25 persen pada masing-masing Satker. "
Meskipun demikian perpustakaan sekolah yaitu perpustakaan SMAN 1 Dalu-dalu keluar sebagai juara III se Provinsi Riau tahun lalu 2014, lomba perputakaan desa tingkat provinsi, Perpustakaan Buana Bersinar, DU SKPD- Desa Rambah Muda, Kecamatan Rambahsamo keluar sebagai juara Harapan 1 se Provinsi Riau, semenetra perputkaan daerah, perpustkaan Rohul juara 3 se Provinsi Riau tahun lalu," paparnya.
Kini Perpustaqaan H. Mahidin Said, sudah memiliki 7000 judul buku, jumlah eksampelar 40.000 buku itu bisa dipinjam, kemudian adanya yang sifatnya referensi cuma boleh dipooto.
" Kalau minat baca masyarakat setiap hari sekitar 30 sampai 40 orang, pengunjung, tapi ada perminta supaya dibuka Sabtu-Minggu, kadang-kadang berkelompok ada dari mahasiswa UPP, SLTA, SLTP bahkan TK, untuk menjadi anggota tidak perpustakaan tidak sulit hanya dengan memeberikan Paso poto, Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) semuanya gratis dan tidak dipungut biaya, kini perpustkaan on line sudah kita buka, namun kendala belum bisa dipasang, karena listrik kita masih numpang dengan warga," bebernya.
Lanjutnya, karena ruangan masih sekedarnya saja, buku-bukku masih dimasukkan dalam karung-karung, sebagaian sudah ada di dalam rak, kini kondisi di kantor barupun belum optimal, seperti listriknya belum punya meteran, termasuk air PAM, AC, tempat parkir dua unit pustaka keliling belum ada.
Hasil rapat dengan Anggota DPRD Rohul, supaya perusahaan-perusahaan di Rohul memberikan dan menyumbangkan, namun buku-buku yang ada menyumbang hanya salah tokoh masyarakat Prof. DR Muhtar Ahmad."Kita juga sudah mencoba koordinasi dari Kantor Perpustakaan Nasional, alhamdulillah kita dapat bangunan perpustakaan 16 unit di. 16 kecamatan melalui dana APBN dananya sekitar Rp 38 Miliar," terangnya.
Akibat keterbatasan finansial, sambung Jufri, baru 32 desa untuk pembinaan perputakaan desa dan 100 sekolah yang dibina, namun ini perlu dorongan dari semua stakhe holder, untuk mensukseskan dan proaktif program perpustakaan, baik itu masyarakat dunia usaha organisasi dan lembaga-lembaga lainnya dengan menggelar 1 buku 1 orang. (adv/humas)