Corona Rokan Hulu

Wednesday, 12 April 2017

Kalau Ibukota Pindah ke Palangkaraya, Kita Bisa Wisata Kuliner Enak!

PALANGKARAYA- Wacana pemindahan ibukota ke Palangkaraya makin serius di era Presiden Jokowi. Buat yang suka wisata kuliner, di calon ibukota ini ada banyak yang bisa dicoba.

Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah digadang-gadang menjadi calon ibukota baru menggantikan Kota Jakarta. Selain punya banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi, di Palangkaraya traveler bisa icip-icip kuliner lezat yang khas dari ibukota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.

Dihimpun detikTravel, Rabu (12/4/2017), ada banyak kuliner Palangkaraya yang layak untuk traveler coba. Salah satu yang khas, tentu saja ikan lais bakar.

Ikan lais bakar (Zulfan Ariansyah/d'Traveler)













Ikan lais atau nama ilmiahnya Kryptopterus bicirrhis merupakan jenis ikan air tawar yang banyak terdapat di sungai-sungai Kalimantan. Ikan jenis ini punya rasa yang lezat. Biasanya diolah dengan cara dibakar, atau pun diasap, dan bisa juga dikeringkan.

Salah satu tempat rekomendasi untuk menyicipi ikan lais bakar ini ada di RM Pondok Bambu Jl Adonis Samad, Langkai, Jekan Raya, Palangkaraya. Untuk sayurnya, traveler mungkin tertarik mencoba sayur rotan muda.

Ya, umbut rotan yang masih muda dimasak di dalam kuah santan bersama sayur mayur lainnya. Rasanya tentu saja sedap. Sayur rotan muda ini merupakan kuliner yang juga khas masyarakat dayak.
Sayur rotan muda dan kepala patin bakar (Merza Gamal/d'Traveler)

Selain itu masih ada juga Pondok Makan Ikan Bakar Asian Adelia. Tempat kuliner ini juga menyediakan ikan lais. Selain itu ada kerang, berbagai ikan air tawar, berbagai juice dan ice durian.

Buat anak muda yang gemar nongkrong, ada satu tempat yang direkomendasikan di Palangkaraya. Apalagi kalau bukan Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Palangkaraya.

Kafe ini sangat unik, karena bangunannya merupakan bekas rumah pejuang Tjilik Riwut. Karena bekas rumah pejuang, tentu saja di dalam kafe ada banyak benda-benda peninggalan dari Tjilik Riwut.
Rumah Tjilik Riwut Gallery and Resto (Ipon Susanti/d'Traveler)

Dari mulai baju-baju, buku, medali penghargaan, hingga senjata Mandau khas Dayak bisa dilihat di kafe ini. Jadi selain bisa berwisata kuliner, sambil wisata sejarah juga.

Kuliner di kafe ini harganya mulai dari Rp 13 ribu sampai 40 ribu. Palangkaraya sepertinya akan jadi calon ibukota yang memanjakan traveler dengan kuliner-kulinernya yang lezat. Jadi, kapan ibukota pindah ke Palangkaraya?

Sumber : detik.com

COVID19