Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Sebagai bentuk keseriusan dalam membuka Sekolah Penerbangan (Flaying School) dengan memanfaatkan sarana dan fasilitas Bandara Tuanku Tambusai Pasir Pengaraian, PT Angkasa Super Service (ASS) yang merupakan anak perusahaan dari Lion Group sedang menyiapkan sedikitnya 16 unit pesawat jenis Casena.
Pesawat yang nantinya digunakan untuk pendidikan dan latihan di Sekolah Penerbangan tersebut, saat ini sedang dalam perakitan di luar negeri dan akan standby di Bandara Tuanku Tambusai Pasir Pengaraian bila telah dimulainya proses pendidikan.
Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad MSi kepada Rokanhulu.com, Jumat (31/7/2015) menyebutkan, belasan pesawat jenis Casena yang nantinya hampir setiap hari digunakan bagi calon penerbangan selama mereka mengikuti pendidikan. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Rohul bersama PT ASS telah melakukan penandatangan nota kesepakatan tentang pendirian sekolah penerbangan yang di pusatkan di Bandara Tuanku Tambusai Pasir Pengaraian.
‘’Saat ini, anak perusahaan dari Lion Group itu sedang melakukan persiapan dilapangan. Selain sedang mengurus perizinan pendirian sekolah penerbangan di Pemerintah Pusat. Secara fasilitas, sarana prasarana dan tenaga pengajar serta asrama siswa sementara dan ruang belajar yang dibutuhkan sekolah penerbangan ini sudah tidak ada permasalahan.’’ jelasnya
Diakuinya, PT ASS telah siap untuk merekrut calon siswa baru sekolah Penerbangan Rohul. Penerimaan calon pilot itu, kuotanya tergantung dari kualitas dari tamatan SLTA yang mempunyai bakat dan minat serta harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Lamanya pendidikan bagi calon penerbang lebih kurang 14 bulan termasuk pendidikan darat. ’’Pemerintah daerah menyiapkan fasilitas bandara, asrama siswa sementara. Sesuatu diluar dari pada fasilitas bandara, itu dibangun oleh PT ASS,’’ tuturnya.
Disinggung keseriusan pemerintah daerah dalam pendirian sekolah penerbangan Rohul, dijelaskannya, salah satu upaya memenuhi kebutuhan pilot untuk maskapai penerbangan baik dari dalam maupun luar negeri yang saat ini dibutuhkan sekitar 500 pilot.
Bupati Achmad menerangkan, spesifikasi pilot dari Negara Indonesia untuk kebutuhan luar negeri cukup disenangi. Karena pilot Indonesia tertib dan berkerja selalu berhati hati dan santun. ‘’ Ini peluang besar, dimana penerbangan di dunia membutuhkan banyak Pilot, terutama asal Indonesia. Dengan harapan putra dan putri anak Rohul bisa menjadi seorang pilot yang handal, sehingga membuka peluang pekerjaan yang baik dan layak kedepan’ ’ucapnya. (Adv/Humas)