Pasirpengaraian- Hari kasih sayang atau yang lebih dikenal dengan valentine day, menjadi satu hari yang di tunggu-tunggu para remaja. bagaimana tidak, dihari yang diperingati setiap tanggal 14 ferbruari itu sebagian remaja biasanya akan mencurahkan kasih sayangnya dengan orang yang di kasihinya, seperti pacar, teman dan orang terkasih lainya.
meski di namakan hari kasih sayang, Tak jarang peringatan Valentine day ini diperingati para remaja dengan kegiatan-kegiatan negatif serta menjurus kepada perbuatan hura-hura, asusila, pesta narkoba, miras dan kenakalan remaja yang bertentangan dengan jati diri bangsa.
untuk menghindari hal itu, Kepala Kantor Kementrian Agama Rohul Achmad Supardi Hasibuan Menghimbau para orang tua agar lebih intens mengawasi buah hati mereka jelang perayaan valentine day. Himbauan itu berbeda dari himbauan tahun-tahun sebelumnya, yang lebih di tujukan kepada pelajar dan siswa remaja. Menurut achmad supardi, himbauan kepada siswa selama ini tidak efektif karena, setiap tahun kegiatan-kegiatan negatif di hari valentine masih saja terdengar.
“ selama peringatan Valentine day ini tidak dilarang pemerintah, himbauan kepada para remaja akan percuma, kita harapkan jika orang tuanya yang di himbau akan lebih efektif memperketat pengawasan pada anak pada perayaan valentine day” kata achmad supardi.
Dikatakanya, mencegah terjadinya kegiatan negatif pada perayaan valentine day merupakan tanggung jawb moral seluruh warga bangsa. Selain tidak sesuai dengan budaya bangsa timur, perayaan vaentine day dikawatirkan menyebabkan degradasi Moral di kalangan generasi muda.
“ ini tanggung jawab moral bersama, masyarakat harus ikut berperan aktif mengawasi para remaja kita pada perayaan valentine day, jangan sampai mereka terjerumus dalam perbuatan-perbuatan yang merugikan mereka sendiri.“ ungkapnya(Ar)