PASIRPENGARAIAN (RP)-Matrikulasi Bahasa Arab yang diikuti sebanyak 105 calon Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu alQuran Syekh Ibrahim (STIQSI) Rokan Hulu akan berlangsung selama enam bulan kedepan Latihan bahasa arab yang harus dikuasai oleh calon mahasiswa STIQSI.
sebagai salah satu syarat dalam seleksi awal penerimaan mahasiswa baru di satu-satunya perguruan tinggi bertaraf internasional yang akan dibuka Juni 2015 mendatang di Rokan Hulu.
Pengurus STIQSI Rohul Drs H Ahmad Supardi MA kepada wartawan, Kamis, (12/2) menjelaskan, calon mahasiswa STIQSI harus biasa menguasai tiga bahasa yakni Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Matrikulasi bahasa arab yang dipusatkan di ruang Perpustakaan Digital Islamic Center Pasirpengaraian, menurutnya, telah dimulai sejak Januari lalu.Para calon mahasantri STIQSI di latih selama 6 bulan kedepan.
calon mahasiswa STIQSI tersebut, dibagi dalam lima kelompok, dimana masing-masing kelompok mengikuti Matrikulasi Bahasa Arab sebanyak dua kali dalam sepekan.
Dikatakannya, ratusan calon mahasiswa STIQSI yang di ajarkan tata bahasa oleh pengajar atau pembimbing langsung dari Negara Yaman.Calon Mahasiswa STIQSI dituntut mampu menghafal kata-kata dalam bahasa arab.
''105 Calon Mahasiswa STIQSI Rohul ini, mereka perwakilan siswa SLTA sederajat yang berprestasi di 16 kecamatan di Rokan Hulu, dari hasil seleksi yang dilakukan oleh masing-masing sekolah.Pengajar dalam Matrikulasi Bahasa Arab ini, langsung dari Negara Yaman''sebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rohul itu.
Diakuinya, STIQSI Rohul membuka dua jurusan yakni Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadist.Tentunya dengan diadakannya Matribulasi Bahasa arab selama enam bulan, calon mahasiswa STIQSI yang akan diterima Juni mendatang, diharapkan bisa menguasai Bahasa Arab sebagai bahasa wajib, di samping bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Sehingga para calon mahasiswa terbiasa menggunakan bahasa arab yang akan menjadi bahasa utama dalam mempelajari ilmu Tafsir dan Ilmu Hadist di STIQSI.
Sementara itu, sejumlah calon Mahasiswa STIQSI Rohul yang mengikuti matrikulasi bahasa arab mengaku, berupaya maksimal dalam pelatihan bahasa arab ini, mampu menguasai kosa kata bahasa arab.
Namun dalam pelaksanaan Matrikulasi Bahasa Arab, Calon Mahasiswa STIQSI mengaku adanya perbedaan dari bahasa pengajar yang di datangkan khusus dari Negara Yaman, dengan bahasa arab yang dipelajarinya di Pondok Pesantren.Sehingga ini menjadi tatantangan untuk bisa memahami perbedaan bahasa arab yang harus dikuasainya.
''Ada sedikit perbedaan antara bahasa arab yang di ajarkan di pondok
dengan bahasa arab murni.Ya agak kesulitan juga, tapi itu dijadikan suatu halangan, tapi menjadi tantangan dalam menambah kemampuan dalam berbahasa arab,''ungkap Yati, salah seorang Calon Mahasiswa STIQSI Rohul kepada wartawan, Kamis, (12/2).
disela-sela mengikuti Materi Kosa Kata Bahasa Arab dengan metode persamaan dan lawan kata yang dibimbing langsung oleh Syekh Ghamdan dari Yaman di ruang perpustakaan digital Islamic Center Pasirpengaraian.(ar)